Kasih Sayang Tuhan
Malam ini, meski sudah
menunjukkan pukul 1 tetapi keadaan mataku masih sangat terang. Layaknya
kelelawar aku mungkin ditakdirkan untuk hidup di malam hari. Hidup di tengah
kegelapan, ditemani bintang malam dan kesunyian yang hanya bisa dirasakan oleh pengidap
insom sepertiku. Mengetik dalam kegelapan bukanlah sesuatu yang mudah. Aku
harus berulang kali mengganti tulisanku yang salah. Layaknya pendosa yang
mencoba meraba cahaya Tuhan setidaknya agar mampu menemukan kasih sayang Tuhan
yang masih tersisa untuknya. Hingga akhirnya datang titik paling rendah dan
paling bawah. Saat pendosa sudah sangat
lelah dengan perbuatan maksiatnya. Namun Tuhan tak pernah enggan untuk
merangkulnya karena sifat kemaha penyayang Tuhan yang tak berbatas. Pelukan
Tuhan semakin erat. Seakan pendosa itu adalah makhluk yang paling disayang oleh
Tuhan. Kelemahan sang pendosa dan kasih
sayang Tuhan melebur menjadi satu. Membuat semua ahli ibadah merasa cemburu.
Disaat itu pendosa berteriak keras “Tuhan, aku tidak butuh surga. Aku hanya
ingin memelukmu untuk selama-lamanya.” Pendosa itu tak mau melepaskan pelukan
Tuhan sementara Tuhan merasa tak tega untuk melepaskan pelukan pendosa itu. Kini,
mereka berdua berpelukkan dalam keabadian. Tak ada batas apalagi seorang pun
yang berani menghalangi mereka. ketika ini semua telah terjadi aku masih tetap
dalam keadaanku. Berdiam, mematung dan berharap akulah si pendosa itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar