Faza Syahriza Mutahajjad adalah sebuah nama yang diberikan kedua orantuaku kepadaku yang lahir pada tanggal 9 Desember 1997 pukul 2 malam. Banyak orang mengatakan apalah arti sebuah nama tetapi bagiku nama adalah sebuah doa, harapan atau bahkan gelar yang diberikan oleh kedua orangtua kita. Setiap nama pasti memiliki filosofis atau sejarah yang tak mungkin dilupakan. Begitu juga aku dan kalian. Ibuku pernah menceritakan sejarah kenapa aku dinamakan Faza Syahriza Mutahajjad. Malam itu, di rumah bersalin "Bidan Nani" ibuku merasakan mulas yang sangat luar biasa. Itu adalah pertama kalinya ibuku hamil. Kata orang, kehamilan anak pertama adalah kehamilan yang paling sakit daripada kehamilan selanjutnya. Sejak pukul 8 malam ibuku sudah sangat uring-uringan tetapi suster tetap santai dan mengatakan ibu baru pembukaan pertama. Ibuku terus menerus merengek kepada suster agar memanggil bidan untuk memeriksa apakah bayinya sudah bisa dikeluarkan sekarang. Namun suster tetap santai karena Bidan memprediksi aku akan melihat dunia pada pukul 8 pagi. Waktu terus berlalu. Penderitaan ibuku semakin berat. Ayahku berusaha menenangkan ibuku. Ini adalah momen yang sangat menentukan kebahagian mereka berdua. Mungkin saat itu juga momen paling romantis yang akan selalu dinanti oleh pasangan suami istri mana pun. Waktu menunjukkan pukul 1 pagi. Ibuku yang sedang tidur tiba-tiba terbangun dan memanggil suster karena sudah terlihat ada darah yang keluar. Suster datang bersama dengan bidan. Sepertinya mereka siap untuk melakukan persalinan saat itu juga. Sementara itu, aku yang berada di dalam perut sedang melakukan perjanjian kepada Tuhan. Janji antara seorang hamba dengan Tuhannya. Janji yang akan mengantarkanku kepada kebahagian yang abadi. Itulah yang dialami oleh para calon bayi sepertiku. Kami berjanji dan berbaiat bahwa Allah adalah Tuhanku dan Tuhan semesta alam. Ini adalah peristiwa yang paling sakral dan menegangkan untuk seorang anak dan ibunya. Dan kali ini aku yang berada di posisi itu. Aku sangat sedih karena sudah tidak bisa bermanja-manja dengan Tuhan dan malaikat yang selalu menjagaku selama di perut ibu. Namun Tuhan menghiburku dan mengatakan bahwa Dia telah mengutus seorang malaikat yang akan menjagaku, merawatku dan mengajarkanku tentang apapun agar aku mengenal Tuhan. Tuhan mengatakan kepadaku bahwa aku akan memanggilnya dengan panggilan "mama". Peristiwa ini sangat mengharukan. Tuhan seakan menitipkanku kepada seorang manusia yang akan merawatku. Sementara ibuku saat ini sedang mempertaruhkan nyawanya demi melahirkanku ke dunia dan Ayahku sedang melaksanakan shalat tahajjud. Tepat pada pukul 2 malam, tepat disaat ayahku sedang tahajjud, tepat disaat ibuku berteriak dan tepat disaat aku sedang menangis akhirnya aku keluar dari perut ibuku. Semua perjuangan yang mereka lakukan seakan terbayar dengan datangnya seorang bayi kecil yang akan menambah kebahagiaan pasangan suami istri mana pun. Semua peristiwa menegangkan telah berhasil dilewati. Kini suasana berubah menjadi haru bahagia. Ayahku memeluk Ibuku sementara aku sedang dibersihkan oleh suster. Ketika aku diberikan kepada kedua orangtuaku ayahku memberiku nama Faza yang mempunyai arti kemenangan atau kebahagiaan. Sementara, Syahriza adalah gabungan dari kedua nama orangtuaku. Dan Mutahajjad berarti waktu Tahajjud atau waktu Sujud. Kesimpulannya mereka menganggapku sebagai kebahagiaan dan kemenangan mereka yang datang pada waktu Tahajjud. Semoga saja doa, harapan dan gelar mereka kepadaku bisa aku tunaikan dengan baik meskipun kini aku masih belum bisa membanggakan mereka. Namun setidaknya aku berjanji akan terus berusaha membahagiakan mereka. Itu hanya sedikit ceritaku tentang nama. Nabi SAW pernah bersabda "Setengah daripada hak anak atas orangtuanya itu ada tiga perkara.
1. Membaguskan namanya jika ia telah dilahirkan
2. Diajarkan AL-Qur'an apabila ia telah berakal
3. Dinikahkan apabila ia telah dewasa
(H.R. Abullaits Al-Samarqandy)
Memberi nama anak disunnahkan pada hari ke 7 atau kelipatannya, sekaligus dicukur rambut dan di aqiqahkan. Allah akan memanggil kita pada hari kiamat dengan nama kita dan nama bapak kita. Maka dari itu disunnahkan mengganti nama kita yang kurang bagus. Kita boleh memberi nama dengan nama Muhammad tetapi tidak boleh memberi nama dengan gelar Nabi Muhammad seperti Abu al-Qasim (Bapaknya Qasim). Ini adalah panggilan khusus untuk Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga haram memberi nama dengan nama Allah terkecuali didahului dengan nama Abdu.
Jika kalian mempunyai anak berilah nama dengan nama yang bagus tetapi jika bingung maka bertanyalah kepada Kiai atau orangtua kita yang lebih mengerti.
Sekian dulu perkenalanku. Jika ada saran, tanggapan atau kritik bisa langsung komen atau hubungi fazasyahriza@gmail.com (081222221813)
1. Membaguskan namanya jika ia telah dilahirkan
2. Diajarkan AL-Qur'an apabila ia telah berakal
3. Dinikahkan apabila ia telah dewasa
(H.R. Abullaits Al-Samarqandy)
Memberi nama anak disunnahkan pada hari ke 7 atau kelipatannya, sekaligus dicukur rambut dan di aqiqahkan. Allah akan memanggil kita pada hari kiamat dengan nama kita dan nama bapak kita. Maka dari itu disunnahkan mengganti nama kita yang kurang bagus. Kita boleh memberi nama dengan nama Muhammad tetapi tidak boleh memberi nama dengan gelar Nabi Muhammad seperti Abu al-Qasim (Bapaknya Qasim). Ini adalah panggilan khusus untuk Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga haram memberi nama dengan nama Allah terkecuali didahului dengan nama Abdu.
Jika kalian mempunyai anak berilah nama dengan nama yang bagus tetapi jika bingung maka bertanyalah kepada Kiai atau orangtua kita yang lebih mengerti.
Sekian dulu perkenalanku. Jika ada saran, tanggapan atau kritik bisa langsung komen atau hubungi fazasyahriza@gmail.com (081222221813)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar